Pada saat itu hujan membasahi bumi dengan rintikan manjanya dan
Pada saat semua kalangan individu maupun kelompok berdatangan.
Pada saat itu pula kami berpapasan.
Di Gedung yang istimewa yaitu GOR UNITRI MALANG.
Pada tgl 3 februari 2018 bertepatan denga HUT IMAKMA (Ikatan mahasiswa Kedang Malang) sekaligus mengadakan Dialog mengenani polemik yang sedang terjadi pro dan kontra antara masyarakat setempat dan para pejabat daerah yaitu 'wisata apung' di pulau awalolong atau yang lebih dikenal dengan pulau siput, dengan fasilitator Hasbullah dan Ali. Yang di hadiri dengan organisasi kedang yang ada di jawa antara lain
1.KUAMAKEYO
2.komunitas kedang pasuruan
3. Komunitas kedang surabaya.
pada pemahamannya bahwa Dialog sebagai jalan untuk mengambil sebuah keputusan yang sekirahnya bisa memjadi kontribusi ril terkait permasalahan tersebut.maka saya sangat sepakat. Tetapi dialog ini semacam mendoktrin. Maka saya mengutuk keras premis ini.
Namun pada kenyataannya bahwa Pemahaman yang di bangun tidak menghasilkan "kesimpulan apapun" dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak kondusif dan penyampaian fasilitator yang tidak efisien dan tidak sedetail yang di harapkan.
Sebab fasilitator tidak begitu jelih mengelabui para audiens untuk menyembunyikan ke dunguannya. hal yang bersamaan pula saya Gilo orolaleng sebagai DPO (Dewan pengawas Organisasi) KUAMAKEYO, berpendapat dalam dialog tersebut yaitu
'Semua materi yang disampaikan tidak menyeluruh. Karna ketika berbicara fakta mengenai suatu persoalan maka harus ada datanya yang lengkap artinya bahwa itu menjadi sebuah bukti yang bersifat tekstual, sehingga semua yang disampai tidak bersifat fiksi (dongeng). Dan tidak membangun logika mencret pada dialog tersebut'.
Terkait dengan polemik yang ada dilembata jika dengan jalan Budaya kita melihat sebenanrnya tidak menghilangkan esensi apapun karna pemda mengijinkan aktifitas masyarakat setempat untuk seperti sebelumnya yaitu mencari siput di kala air lautnya surut. Sedangkan dengan jalan ekonom sebenarnya ada nilai tambahnya di situ karna Konsep community based tourism dan menambah khas daerah'. Ujar saya dalam dialog tersebut.
Dari pandangan sya mengenai dialog ini bahwa 'panggung itu seperti KOMEDI yang jelas bahwa subjek-objek sama-sama melucuh. Dipangung itu kita bisa mengetaui yang jadi pelawak memberikan materi lucu nya dan penonton yang akan menertawai'.
Sekali lagi ditekankan bahwa 'tidak ada kesimpulan apapun mengenai dialog tersebut'.
kami dari KUAMAKEYO akan mengutuk keras jika kemudian hari ada isu mengenai Pernyataan sikap yang pro maupun kontra. Karna kami tidak memberikan kesimpulan apapun dalam dialog tersebut. Tujuan kami hanya mencari Jalan tengah antara pro dan kontra, tetap dibangun atau di Batalkan.

0 Komentar